Senin, 16 Desember 2013

ALASAN KENAPA MAHASISWA MALES KULIAH

 
Kuliah,kuliah,dan kuliah. Kuliah adalah rutinitas Mahasiswa. Ada mahasiswa yang senang dan semangat untuk kuliah. Ada mahasiswa yang malas-malasan dan jarang kuliah. Kenapa? Tanda tanya besar pada diri mahasiswa yang merasakan perasaan malas kuliah ini. Apa faktor yang membuat Sebagian mahasiswa malas kuliah? Ini adalah beberapa faktor penyebab malas kuliah :
1. Salah Jurusan
Ini merupakan faktor terbesar penyebab malas kuliah. Banyak mahasiswa yang salah jurusan dengan berbagai alasan,seperti paksaan dari orang tua untuk masuk jurusan tertentu atau karena ikut-ikutan teman serta dengan berbagai alasan lainnya.

Ketika mahasiswa yang salah jurusan ini merasakan perasaan tidak nyaman terhadap apa yang sedang ia jalani, tidak sesuai dengan bakat yang mereka miliki, dan tidak sesuai dengan minat yang mereka inginkan,mulailah perasaan malas untuk kuliah itu terasa didalam benak mereka. Sebaiknya,pilihlah jurusan sesuai minat dan bakat anda!
2. Tidak Sehati Dengan Lingkungan
Lingkungan kuliah menjadi faktor penting dalam merasakan kenyamanan kuliah. Terkadang,terdapat beberapa mahasiswa yang merasakan kecocokan dan kenyamanan dengan Lingkungan temat mereka kuliah. Sehingga membuat perasaan malas timbul dan berdampak pada jarangnya mengikuti perkuliahan. Keadaan Lingkungan menjadi faktor penting. Maka,sebelum memilih tempat anda ingin belajar atau kuliah,perhatikan juga lingkungan sekitar tempat tujuan belajar anda!
3. Tidak Memiliki Teman Yang Tepat
Bagaimanapun,teman adalah faktor penyemangat kuliah. Dalam perkuliahan,dibutuhkan teamwork yang solid. Salah satu kuncinya yaitu memiliki teman yang solid dan menjalani aktivitas kuliah tersebut. Saat mahasiswa tidak menemukan teman yang tepat,maka mahasiswa mulai merasakan jenuh terhadap kegiatan yang dilakukan di kampus. Mulailah timbul perasaan malas untuk kuliah.
4. Memiliki Masalah Dengan Nilai Yang Sering Mengecewakan
Sering mahasiswa merasakan usaha keras mereka selama menjalani aktivitas kuliah tidak berbuah manis. Nilai yang didapatkan mengecewakan.Sehingga,saat usaha mahasiswa sering berbuah nilai yang mengecewakan,mulailah timbul perasaan putus asa dan jengkel dengan hasil yang tidak setara dengan usaha.
Sebenarnya,tidak ada kata putus asa dalam belajar. Tapi,secara tidak langsung,nilai yang sering mengecewakan dapat mempengaruhi psikis mahasiswa. Seperti putus asa,depresi,dll sebagai efek dari nilai yang mengecewakan tersebut.
5. Adanya Masalah Keluarga
Saat menjalani aktivitas kuliah,mahasiswa sering nge-drop. Sehingga butuh masukan dan motivasi dari orang terdekat dan tersayang,yaitu orang tua. Saat orang tua yang diharapkan mendatangkan motivasi bagi sang mahasiswa sering bertengkar dan tidak sepaham,maka konsentrasi mahasiswa terhadap perkuliahan mereka mulai buyar. Masalah keluarga dapat berpengaruh besar terhadap semangat untuk menjalani perkuliahan bagi mahasiswa. Ingat, in adalah tanggung jawab anda sebagai orang tua!
6. Sering Begadang
Begadang sangat besar efeknya terhadap daya tahan tubuh manusia. Sehingga,jika mahasiswa terlalu sering begadang akan menimbulkan rasa letih dan tidak semangat. Cepat marah dan tidak dapat konsentrasi terhadap apa yang sedang jalani. Rasa kantuk yang luar biasa juga membuat mahasiswa bermalas-malasan.
Maka,aturlah waktu anda dengan lebih bijak.Sehingga,anda dapat memaksimalkan waktu istirahat anda.
7. Sering Jatuh Sakit
Memang kita tak tahu pasti kapan datangnya sakit. Saat sakit menjelma anda,maka aktivitas kuliah pun terganggu. Membutuhkan waktu istirahat bahkan sampai berhari-hari sehingga anda ketinggalan materi yang banyak. Ketinggalan materi kuliah membuat semangat kuliah menurun karena pikiran anda akan terbebani akan bagaimana mengejar materi kuliah anda yang ketinggalan. Terlebih,anda sebagai mahasiswa terlalu sering sakit-sakitan. Maka,jagalah kesehatan dan pola makan anda selama anda menjalani perkuliahan!
8. Masalah Remaja
Pelbagai masalah datang menghampiri remaja yang sedang dalam masa pendewasaan. Seperti masalah hubungan cinta, masalah hati yang tersakiti,dan lain sebagainya.
Tidak bisa dipungkiri. Masalah-masalah yang sering dialami oleh remaja ini,dapat mempengaruhi stabilitas perkuliahan mereka yang sednag menjalaninya. Ada mahasiswa yang menanggapinya sebagai tahap pendewasaan diri,namun ada juga mahasiswa yang hancur akibat masalah-masalah remaja yang sedang mereka hadapi. Sehingga,dapat mempengaruhi aktivitas perkuliahan. Bijaklah dalam menyelesaikan masalah anda!
Sumber: http://anomali-dunia.blogspot.com/2012/04/8-alasan-mahasiswa-malas-kuliah.html

PENGERTIAN STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK DAN TEORI MOTIVASI




   STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing. Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan
kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan. Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).
Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok atau organisasi. Definisi lain yaitu sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

Menghindar
          Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

Mengakomodasi
          Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.


Kompetisi
          Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

Kompromi atau Negosiasi
          Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
          Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama. Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

TINGKAT KONFLIK (LEVELS OF CONFLICT)
          Konflik yang timbul dalam suatu lingkungan pekerjaan dapat dibagi dalam
empat tingkatan:
a. Konflik dalam diri individu itu sendiri
Konflik dalam diri seseorang dapat timbul jika terjadi kasus overload jitu dimana ia dibebani dengan tanggung jawab pekerjaan yang terlalu banyak, dan dapat pula terjadi ketika dihadapkan kepada suatu titik dimana ia harus membuat keputusan yang melibatkan pemilihan alternatif yang terbaik. Perspektif di bawah ini mengidentifikasikan empat episode konflik, dikutip dari tulisan Thomas V. Banoma dan Gerald Zaltman dalam buku Psychology for Management:
1. Appriach-approach conflict, yaitu situasi dimana seseorang harus memilih salah satu di antara beberapa alternatif yang sarna baiknya.
2. Avoidance-avoidance conflict, yaitu keadaan dimana seseorang terpaksa memilih salah satu di antara beberapa alternatif tujuan yang sama buruknya.
3. Approach-avoidance conflict, merupakan suatu situasi dimana seseorang terdorong oleh keinginan yang kuat untuk mencapai satu tujuan, tetapi di sisi lain secara simultan selalu terhalang dari tujuan tersebut oleh aspek-aspek tidak menguntungkan yang tidak bisa lepas dari proses pencapaian tujuan itu sendiri.
4. Multiple aproach-avoidance conflict, yaitu suatu situasi dimana seseorang terpaksa dihadapkan pada kasus kombinasi ganda dari approach-avoidance conflict.

b. Konflik interpersonal, yang merupakan konflik antara satu individual dengan individual yang lain. Konflik interpersonal dapat berbentuk substantive maupun emotional, bahkan merupakan kasus utama dari konflik yang dihadapi oleh para manajer dalam hal hubungan interpersonal sebagai bagian dari tugas manajerial itu sendiri

c. Konflik intergrup
Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. Dalam setiap kasus, hubungan integrup harus di-manage sebaik mungkin untuk mempertahankan kolaborasi dan menghindari semua konsekuensidisfungsional dari setiap konflik yang mungkin timbul.

d. Konflik interorganisasi
Konflik ini sering dikaitkan dengan persaingan yang timbul di antara perusahaan-perusahaan swasta. Konflik interorganisasi sebenarnya berkaitan dengan isu yang lebih besar lagi, contohnya persetisihan antara serikat buruh dengan perusahaan. Dalam setiap kasus, potensi terjadinya konflik melibatkan individual yang mewakili organisasi secara keseluruhan, bukan hanya subunit internal atau group


  Pengertian Motivasi
            Motivasi berasal dari kata lain “MOVERE” yang berarti dorongan atau bahasa Inggrisnya to move. Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan faktor-faktor lain, baik faktor eksternal, maupun faktor internal. Hal-hal yang mempengaruhi motif disebut motivasi. Michel J. Jucius menyebutkan motivasi sebagai kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki.Menurut Dadi Permadi, motivasi adalah dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu, baikyang positif maupun yang negatif.
            Motivasi adalah gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi juga bisa dalam bentuk usaha - usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Motivasi mempunyai peranan starategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi, tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya diketahui, tetapi juga harus diterangkan dalam aktivitas sehari-hari.